Peningkatan Kapasitas Ustadzah MT Jakarta Timur

0
60

Aleg DPRD DKI Jakarta Dapil 6 Jaktim F-PKS, Ust. KH. Drs Muhammad Thamrin, MM., menghadiri acara Konsolidasi Ustadzah Jakarta Timur sekaligus menyampaikan pembekalan dalam rangka peningkatan kapasitas para Ustadzah Majelis Talim yang dilaksanakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Jakarta Timur. Dihadiri 121 partisipan, acara digelar secara virtual melalui media zoom berlangsung penuh semangat mengusung tema “Peran Ustadzah dalam Menyatukan Umat”.

Di hadapan para Guru/Mubalighoh, Pemilik, Pemimpin serta Pengelola Majelis Ta’lim, Kyai Thamrin menyampaikan amal kerja sebagai Ustadzah Majelis Ta’lim adalah potensi dan nikmat yang Allah anugerahkan dan kita pulangkan kepada Allah kelak dengan mempersembahkan hasil kerja yang ikhlas dan ihsan. Untuk itu ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan :

Pertama, amalan sebagai Ustadzah laksana air hujan. Air hujan Allah turunkan dimana saja dan akan mengalir kemana saja menyebar melewati lembah, gunung dan hamparan daratan lainnya. Aliran ini menyuburkan tanaman dan menumbuhkannya menjadi pohon dan bunga yang memberikan warna-warni bumi. Demikianlah kita sebagai Ustadzah MT, menyebar ke mana dan di mana saja untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan serta memberi warna kehidupan bagi umat, merubah kondisi umat minal jahiliyah ‘ilal ma’rifah. Tidak semua mendapatkan nikmat dapat berdawah. Dapat menjalani dawah adalah nikmat yang mulia, dan sebaliknya jika kita tidak berinteraksi dengan dawah maka itu adalah sebuah kerugian besar.

Kedua, peran Ustadzah laksana mata air. Mata air dibutuhkan dan didatangi orang. Mata air yang jernih dan terus mengalir tiada habis akan mendatangkan manfaat bagi orang banyak. Demikian juga sosok seorang Ustadzah yang baik, umat membutuhkan untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan yang dibutuhkan dalam menjalankan kehidupannya. Bukan sekedar ilmu, bahkan kebutuhan materi dan spiritual.

Ketiga, jangan seperti Air PAM. Air PAM mengalir jika dipenuhi pembayarannya. Jika tidak dibayar, maka rekening air PAM akan ditutup. Ustadzah memberikan ilmu dan melayani umat tiada henti tiada pamrih. Ikhlaskan niat, Allah yang akan memberi ganjaran dan sebaik-baiknya balasan. Dawah seperti sekolah panjang tak berujung, madal hayah – sepanjang hidup.

Keempat, yang terakhir jangan seperti air comberan. Naudzubillah, air comberan itu kotor, bau dan tidak sedap dipandang. Jangan sampai seorang Ustadzah mempunyai akhlak yang buruk. Sosok Ustadzah adalah sosok qudwah hasanah, kata-kata dan sikapnya harus mencerminkan akhlakul karimah. Baik dalam membersamai umat atau adab-adab terhadap Guru dan sesama Ustadzah.

Di akhir paparannya, Politisi Kondang PKS ini mengingatkan agar menjadikan dawah ini sebagai ahsanul amal (amal terbaik) dan senantiasa sur’atul istijabah (respon cepat) terhadap panggilan dan seruan dawah. Kyai Tamrin juga menyampaikan pengalaman-pengalamannya berdawah sebagai tips & trik dalam menjalankan fungsi sebagai Ustadzah. Hormat kepada Guru dan Pembina, cinta dan penuh perhatian kepada jamaah/umat, serta memperhatikan pengelolaan lembaga Majelis Ta’lim akan bisa berkembang dan lebih profesional.