Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan mengundang Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Kasatpel LH Cakung, Mumuh Mulyana, mengadakan serap aspirasi atau reses di RT 006 RW 011, Penggilingan, Cakung.

“Masalah Lingkungan Hidup di perkotaan atau kawasan pemukiman di kota besar adalah pencemaran lingkungan. Sampah rumah tangga salah satu masalah terbesarnya.” Urai pria yang akrab disapa MTZ ini membuka acara.

“Sampah rumah tangga sebenarnya bisa diolah, sehingga bisa memberikan nilai ekonomis sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.” urainya lagi.

MTZ memotivasi masyarakat Penggilingan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan dengan salah satu caranya, adalah pengelolaan sampah dengan membuat Bank Sampah.

“Mula-mula sampah dari rumah tangga kita pisahkan menjadi sampah organik, yaitu kayu, sisa makanan, kertas, dan lain-lain. Kedua, sampah anorganik yang berupa plastik, beling, sisa barang elektronik bekas, dan sejenisnya,” jelas MTZ.

Kemudian sampah yang sudah terpisah itu disetor ke RT atau tempat penampungan lain, yang disepakati sebagai bank sampah sementara.

“Petugas Bank Sampah akan mengambil sampah yang sudah terkumpul di penampungan untuk diolah kembali, sebagai barang daur ulang,”

“Setoran sampah ini dicatat dalam buku Tabungan Bank Sampah. Setelah beberapa lama uang tabungan tersebut bisa diambil oleh pemilik sampah awal.” terang MTZ mengenai konsep Bank Sampah ini.

Menurut Mulyana selaku Kasatpel LH di kelurahan Jatinegara, Cakung, masyarakat tidak mengambil uang sampah tersebut tapi menyumbangkan ke rumah ibadah terdekat.

“Jadi, Bank Sampah bisa bernilai ekonomis di dunia dan juga tabungan pahala di akhirat,” tegas Mulyana.

Mulyana juga mengenalkan bentuk pengolahan minyak makan sisa atau minyak jelantah (Mijel). Biasanya Mijel dibuang oleh kegiatan rumah tangga ke got dan itu sangat mencemari lingkungan.

Dinas LH menawarkan alternatif untuk mengumpulkan minyak jelantah tersebut dengan prosedur seperti Bank Sampah dan kemudian kumpulan tersebut dijual ke produsen bahan bakar minyak untuk diolah menjadi BBM Diesel.

Masyarakat antusias mendengar penjelasan dari Dinas LH. MTZ minta agar Dinas segera memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang pengelolaan sampah kepada warga di sana. Bahkan kalau perlu diadakan di tingkat kelurahan atau kecamatan.

Hadir dalam acara tsb Sekretaris RW, Arifin, Ketua RT, Kohar Abadi, Ketua LMK, Budhi Handoyo, dan para tokoh masyarakat setempat.

Lokasi acara diadakan pada sebuah tanah lapang tapi didekorasi oleh warga yang senang dengan kegiatan serap aspirasi dari Anggota Fraksi PKS ini, menjadi indah dengan nuansa warna oranye, warna logo baru PKS.