M. Taufik Zoelkifli Minta Pemprov DKI Dengar Keluhan Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) yang Terpukul oleh Covid-19

Jakarta-Anggota DPRD DKI komisi B Fraksi PKS M. Taufik Zoelkifli meminta Pemprov DKI untuk mendengar keluhan dan merespon usulan yang diajukan oleh Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) agar izin penyelenggaraan acara resepsi pernikahan dan sejenisnya bisa keluar di bulan Juli.

M. Taufik Zoelkifli bersama Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz yang mendengar keluhan langsung pengurus ASPEDI Jakarta menjelaskan bahwa ASPEDI meminta agar Pemprov DKI dapat merealisasikan izin berlangsungnya acara resepsi pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan pada bulan Juli nanti.

“Acara resepsi pernikahan umumnya direncanakan jauh-jauh hari, jika izin keluar pada bulan Juli maka resepsi baru akan terlaksana dua sampai tiga bulan berikutnya, tentu ini saja sudah cukup berdampak bagi mereka” ujar M. Taufik Zoelkifli yang biasa disapa MTZ, Rabu (24/6/2020)

MTZ menambahkan jika izin operasional restoran dan mall sudah diberikan tentu izin penyelenggaraan acara resepsi pernikahan di gedung juga dapat diberikan, namun dengan menerapkan aturan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu badan di pintu masuk, penyediaan handsanitizer, aturan jaga jarak atau bahkan take away hidangan.

“Mereka telah mengusulkan penerapan protokol kesehatan kepada pemprov dan siap menggelar simulasi resepsi dengan menerapkan protap kesehatan, jadi mohon ditanggapi” MTZ menambahkan.

Belum diizinkannya ASPEDI untuk menyelenggarakan acara resepsi pernikahan di DKI tentu berdampak ke berbagai sektor yang terkait seperti para petani bunga, fotografer, pekerja dekor, tata rias, penyewaan gedung, tenda, catering dan masih banyak lagi yang tentunya berdampak terhadap ribuan pekerja di dalamnya.

M. Taufik Zoelkifli meminta kepada dinas terkait untuk segera menyampaikan kepada gubernur agar segera menindaklanjuti harapan ASPEDI agar para pengusaha di sektor ini bisa kembali mempekerjakan pegawainya yang jumlahnya sangat besar.